Medco Energi Internasional Siap Manfaatkan Fasilitas Kredit dan Target Produksi Tertinggi Tahun 2026

Jumat, 13 Maret 2026 | 11:15:24 WIB
Medco Energi Internasional Siap Manfaatkan Fasilitas Kredit dan Target Produksi Tertinggi Tahun 2026

JAKARTA - PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) menandatangani perjanjian fasilitas kredit dengan The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (HSBC) cabang Singapura pada 10 Maret 2026. Nilai pokok pinjaman mencapai US$100 juta atau sekitar Rp1,69 triliun dengan kurs Rp16.912 per dolar AS.

Pinjaman ini memiliki jatuh tempo selama 60 bulan sejak penandatanganan perjanjian. “Kejadian yang akan menyebabkan bertambahnya kewajiban keuangan secara material,” tulis Corporate Secretary Medco Energi Internasional, Siendy K. Wisandana, Kamis, 12 Maret 2026.

Fasilitas kredit diberikan kepada MEDC dan/atau Medco Energi Global Pte. Ltd. dengan tujuan untuk kebutuhan general corporate. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk mendukung pertumbuhan dan ekspansi bisnis secara berkelanjutan.

Postur Keuangan MEDC dan Liabilitas

Berdasarkan laporan keuangan MEDC periode Januari–September 2025, total liabilitas mencapai US$6,04 miliar, naik 11,08% year on year (yoy) dibanding US$5,43 miliar pada periode sama 2024. Liabilitas jangka panjang menyumbang lebih dari 77% dari total kewajiban perseroan.

Rinciannya, liabilitas jangka panjang sebesar US$4,67 miliar, meningkat 14,14% yoy dari US$4,09 miliar, sementara liabilitas jangka pendek naik 1,71% yoy dari US$1,34 miliar menjadi US$1,36 miliar. Kondisi ini menunjukkan struktur pendanaan perseroan masih didominasi utang jangka panjang.

Ekuitas MEDC per 9 bulan pertama 2025 tercatat US$2,38 miliar, meningkat 6,18% yoy dari US$2,24 miliar. Dengan data tersebut, debt to equity ratio (DER) perseroan mencapai 2,53 kali, lebih tinggi dibanding 2,42 kali pada periode sama 2024.

Rencana Produksi Minyak, Gas, dan Energi Terbarukan

MEDC menargetkan produksi minyak dan gas pada 2026 mencapai 165–170 mboepd, yang akan menjadi tingkat produksi tertinggi sepanjang sejarah perseroan. Tahun sebelumnya, 2025, MEDC berhasil memproduksi 156 mboepd, menunjukkan tren peningkatan yang konsisten.

Selain itu, volume penjualan listrik 2026 ditargetkan mencapai 4.550 GWh dengan kontribusi energi terbarukan sebesar 24%. Sepanjang 2025, anak usaha MEDC, Medco Power, mencatat penjualan listrik sebesar 4.371 GWh, menunjukkan pertumbuhan yang stabil pada sektor energi.

CEO Medco Energi, Roberto Lorato, menyatakan, “Memasuki tahun 2026, kami tetap fokus untuk terus menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan melalui pertumbuhan, keunggulan operasional, serta disiplin dalam pengelolaan modal.” Pernyataan ini menegaskan komitmen perseroan dalam pengelolaan bisnis yang efisien dan berkelanjutan.

Strategi Ekspansi dan Pengelolaan Modal

Fasilitas kredit dari HSBC akan menjadi salah satu sumber pendanaan untuk mendukung target produksi dan ekspansi MEDC. Pinjaman ini juga memperkuat likuiditas perseroan sehingga dapat menangkap peluang investasi yang muncul sepanjang tahun.

Pengelolaan modal dilakukan dengan disiplin, memadukan penggunaan utang dan penguatan ekuitas. Strategi ini memungkinkan MEDC untuk tetap fleksibel dalam menghadapi dinamika pasar energi global sekaligus menjaga keseimbangan keuangan.

Dengan kombinasi pertumbuhan produksi, ekspansi energi terbarukan, dan pendanaan strategis, MEDC menegaskan posisinya sebagai salah satu perusahaan energi terkemuka di Indonesia. Ke depannya, perseroan diharapkan mampu meningkatkan profitabilitas sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap kebutuhan energi nasional.

Struktur DER yang terkendali dan arus kas yang sehat menjadi indikator utama kemampuan MEDC dalam mengeksekusi rencana bisnisnya. Hal ini juga mencerminkan kesiapan perseroan menghadapi risiko finansial sambil terus mendorong ekspansi operasional.

Fasilitas kredit, pertumbuhan produksi, dan strategi manajemen modal menunjukkan bahwa MEDC menempatkan pondasi yang kokoh untuk pertumbuhan jangka panjang. Semua langkah ini dilakukan untuk memastikan nilai berkelanjutan bagi pemangku kepentingan serta memperkuat posisi perseroan di sektor energi.

Terkini