Waskita Beton Precast Catat Kontrak Baru Fantastis dan Strategi Kinerja Terintegrasi 2025

Selasa, 10 Maret 2026 | 12:22:37 WIB
Waskita Beton Precast Catat Kontrak Baru Fantastis dan Strategi Kinerja Terintegrasi 2025

JAKARTA - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) berhasil mencatat nilai kontrak baru sebesar Rp 838,09 miliar hingga September 2025. Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP, Fandy Dewanto, menyatakan bahwa total proyek yang dikelola mencapai Rp 2,12 triliun, dengan 70,24% berasal dari proyek eksternal.

Fandy menambahkan bahwa pencapaian ini mencerminkan optimisme perseroan dalam mencapai target bisnis sepanjang 2025. Berbagai proyek strategis yang tengah berjalan menjadi indikator kepercayaan WSBP pada pertumbuhan tahun ini.

Proyek Strategis yang Sedang Digarap WSBP

Beberapa proyek utama WSBP meliputi suplai beton untuk Tangguh UCC Project dan Proyek Peningkatan Jalan Paket C di KIPP 1B–1C. Selain itu, perseroan juga menangani pembangunan Gedung Basilika, Gereja Nusantara, serta Gedung Kuliah Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Madura TA 2025.

Tidak ketinggalan, WSBP juga bertindak sebagai kontraktor untuk pembangunan Tembok Penahan Jembatan Enim 1–Enim 2. Proyek-proyek ini menjadi bukti kapasitas WSBP dalam mendukung berbagai infrastruktur strategis di Indonesia.

Portofolio Produk Unggulan WSBP Menjadi Tulang Punggung Operasional

Selama triwulan III 2025, lima produk unggulan WSBP yang menopang pendapatan adalah Spun Pile, Readymix, PC-I Girder, Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP), dan Full Slab. Produk-produk ini banyak digunakan untuk proyek jalan tol, jembatan, pelabuhan, dan gedung bertingkat.

Fandy menjelaskan bahwa portofolio produk ini menjadi penopang utama kinerja operasional WSBP. Keandalan produk dan layanan memungkinkan WSBP tetap kompetitif dalam menghadapi proyek berskala besar.

Pendapatan dan Laba WSBP Triwulan III 2025

Hingga September 2025, WSBP membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,17 triliun, didukung peningkatan produktivitas dan efisiensi biaya. Kontributor terbesar adalah segmen Beton Precast Rp528,66 miliar (45,26%), Beton Readymix & Quarry Rp358,99 miliar (30,73%), dan Jasa Konstruksi Rp280,51 miliar (24,01%).

Selain itu, laba kotor tercatat Rp201,49 miliar dengan Gross Profit Margin (GPM) 17,25%. Efisiensi beban umum dan administrasi menurun menjadi Rp273,47 miliar atau 21,01%, menunjukkan disiplin biaya yang baik.

Strategi Keuangan dan Restrukturisasi Mendukung Pertumbuhan Berkelanjutan

WSBP membayarkan CFADS Tahap VI senilai Rp112,34 miliar, sehingga akumulasi pembayaran mencapai Rp541,74 miliar. Perseroan juga melaksanakan PMTHMETD Tahap V pada Juli 2025 sebesar Rp47,96 miliar, dengan total konversi saham mencapai Rp1,55 triliun atau 90,23% dari target.

Fandy menegaskan bahwa WSBP akan terus memperkuat kinerja melalui prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG) dan manajemen risiko terukur. Setiap pendapatan proyek didukung oleh pendanaan yang sehat dan berkelanjutan untuk menjaga stabilitas operasional ke depan.

Inovasi dan Pemeliharaan Aset Tingkatkan Kualitas Produk

WSBP terus mengoptimalkan proses produksi dan pemeliharaan aset secara berkelanjutan. Penerapan inovasi teknologi juga menjadi fokus untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan efisiensi biaya optimal.

Langkah ini menegaskan posisi WSBP sebagai penyedia solusi beton terintegrasi yang mampu memenuhi kebutuhan proyek infrastruktur besar. Komitmen terhadap kualitas dan inovasi menjadi kunci daya saing perseroan di pasar konstruksi nasional.

Terkini