JAKARTA - Pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran 2026 diprediksi akan diwarnai dengan lonjakan volume kendaraan yang cukup signifikan. Diperkirakan sekitar 6,8 juta kendaraan akan melewati ruas tol yang dikelola oleh Astra Infra, meningkat sekitar 2,1% dibandingkan dengan volume lalu lintas tahun sebelumnya.
Group Chief Executive Officer Astra Infra, Firman Yosafat Siregar, menjelaskan bahwa kesiapan infrastruktur dan berbagai langkah strategis telah dilakukan. Astra Infra berkomitmen untuk memberikan kenyamanan dan kelancaran bagi pemudik yang menggunakan transportasi jalan tol selama periode Lebaran.
Strategi Persiapan untuk Menghadapi Lonjakan Kendaraan
Firman menjelaskan, berbagai langkah telah disiapkan untuk memastikan kelancaran arus mudik. Mulai dari kesiapan jalan, sarana prasarana, hingga penguatan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan perjalanan mudik berjalan lancar meskipun ada potensi cuaca ekstrem dan kepadatan di beberapa titik.
"Selain kesiapan fisik, kami juga mempersiapkan seluruh sistem dan koordinasi dengan berbagai instansi untuk memberikan kenyamanan dan keselamatan maksimal bagi para pemudik," ujar Firman pada Selasa, 10 Maret 2026.
Peningkatan Infrastruktur dan Pemeliharaan Jalan
Sebagai bagian dari langkah strategis, Astra Infra telah menyelesaikan penambahan lajur ketiga di beberapa ruas tol utama. Di antaranya adalah ruas Tol Tangerang-Merak dan Cikopo-Palimanan (Cipali), yang diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan memperlancar pergerakan kendaraan selama arus mudik.
Selain itu, pemeliharaan rutin pada perkerasan jalan juga akan dilakukan hingga maksimal H-10 Lebaran. Langkah ini bertujuan untuk memastikan tidak ada gangguan pada infrastruktur yang bisa menghambat kelancaran lalu lintas.
Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Bencana Alam
Cuaca ekstrem dan bencana alam seperti tanah longsor atau banjir menjadi ancaman yang perlu diantisipasi. Oleh karena itu, Astra Infra telah melakukan berbagai tindakan preventif, seperti pembersihan drainase secara rutin, penguatan titik-titik lereng, dan pemasangan alat pengaman seperti moveable concrete barrier (MCB).
Astra Infra juga menyiapkan pompa di titik-titik rawan banjir dan memastikan seluruh perambuan dalam kondisi baik untuk menjaga keselamatan pengguna jalan selama mudik.
Rest Area dan Kesiapan Layanan Selama Arus Mudik
Astra Infra juga memastikan bahwa fasilitas rest area di sepanjang ruas tol siap menyambut para pemudik. SPBU, SPKLU, toilet, mushola, dan area parkir menjadi fasilitas utama yang akan tersedia bagi para pemudik.
Lebih dari 800 petugas juga telah disiapkan untuk menjaga keamanan dan memberikan bantuan sepanjang perjalanan. Mereka dilengkapi dengan berbagai kendaraan operasional, termasuk armada patroli, derek, hingga ambulans, untuk memastikan pemudik merasa aman dan nyaman.
Teknologi dan Keamanan Lalu Lintas Selama Mudik
Astra Infra menggunakan teknologi canggih untuk memantau lalu lintas selama arus mudik Lebaran. Sebanyak 500 unit CCTV terintegrasi serta lebih dari 90 kendaraan operasional siap memantau kondisi di lapangan.
Untuk mengantisipasi kemacetan, Astra Infra juga berkoordinasi dengan kepolisian untuk menerapkan rekayasa lalu lintas, seperti penerapan one-way dan contra flow. Hal ini diharapkan bisa mengurangi kepadatan di titik-titik tertentu.
Koordinasi dengan BPJT untuk Jaga Pelayanan Tol Prima
Astra Infra juga bekerja sama dengan BPJT dan BUJT untuk memastikan pelayanan prima di seluruh jalan tol selama periode Lebaran. Penyelesaian infrastruktur dan fasilitas rest area menjadi prioritas utama, dengan target selesai maksimal pada H-10 Lebaran.
Jawa Barat Prediksi Jadi Titik Terbanyak Pemudik
Dari sisi regional, Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat memprediksi bahwa provinsi ini akan menjadi daerah asal pemudik terbanyak di Indonesia. Diperkirakan total pergerakan dari Jawa Barat mencapai 30,97 juta orang, atau 21,5% dari total pergerakan nasional.
Prediksi Puncak Arus Mudik dan Arus Balik
Jawa Barat diprediksi akan mengalami dua gelombang puncak arus mudik, yakni pada H-3 (18 Maret 2026) dan pada gelombang arus balik pada 24 Maret 2026. Diperkirakan ada sekitar 8,9 juta orang yang akan bergerak pada H-3, sementara 4,12 juta orang akan kembali pada gelombang pertama arus balik.
Personel Gabungan untuk Menjaga Kelancaran Lalu Lintas
Untuk memastikan kelancaran perjalanan selama arus mudik, Dishub Jawa Barat akan mengerahkan 4.300 personel gabungan. Mereka akan ditempatkan di berbagai titik strategis untuk membantu mengatur lalu lintas dan mengantisipasi kepadatan yang terjadi.