PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) Prediksi Lonjakan Permintaan Emas Jelang Idulfitri 2026 di Tengah Ketegangan Geopolitik

Rabu, 11 Maret 2026 | 08:39:29 WIB
PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) Prediksi Lonjakan Permintaan Emas Jelang Idulfitri 2026 di Tengah Ketegangan Geopolitik

JAKARTA - PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) memperkirakan adanya lonjakan permintaan produk logam mulia emas menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Direktur Investor Relations Hartadinata Abadi, Thendra Crisnanda, menyatakan bahwa ketegangan geopolitik global turut mempengaruhi minat pasar terhadap emas, terutama setelah eskalasi konflik di Timur Tengah pada awal Maret 2026.

Menurut Thendra, dinamika geopolitik dan ekonomi yang tidak stabil menguatkan peran emas sebagai instrumen penyimpan nilai yang lebih aman. Kondisi global yang penuh ketidakpastian ini membuat masyarakat lebih tertarik untuk berinvestasi dalam emas sebagai sarana menabung nilai yang relatif stabil.

Ketegangan Geopolitik Memicu Kenaikan Harga Emas Global

Konflik yang semakin meningkat di Timur Tengah, terutama antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, telah mendorong harga emas global naik. Setelah mengalami koreksi harga di awal tahun 2026, ketegangan geopolitik ini menyebabkan harga emas kembali merangkak naik, bahkan mendekati level tertinggi yang tercatat pada bulan Januari lalu.

Thendra menambahkan bahwa dalam situasi yang penuh ketidakpastian, seperti yang terjadi sekarang, masyarakat cenderung mengalihkan perhatian mereka ke emas sebagai aset yang lebih aman. "Emas kembali menjadi pilihan utama di tengah tekanan inflasi dan ketidakpastian politik global," ujarnya.

Permintaan Emas di Dalam Negeri Terus Menguat

Di Indonesia, permintaan emas tetap tinggi, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri. Thendra menjelaskan bahwa tradisi membeli emas selama perayaan Tahun Baru Imlek yang berdekatan dengan Ramadan dan Idulfitri memberikan dorongan tambahan bagi permintaan emas, baik dalam bentuk perhiasan maupun emas batangan.

Faktor musiman seperti ini sering kali memperkuat tren permintaan di pasar domestik, khususnya pada periode menjelang Idulfitri. "Selain sebagai hadiah, banyak masyarakat yang melihat emas sebagai cara menabung untuk menjaga nilai aset dalam jangka panjang," kata Thendra.

Kenaikan Harga Emas Global dan Dampaknya Terhadap Pasar Domestik

Pada Februari 2026, harga emas tercatat mengalami peningkatan signifikan. Rata-rata harga emas mencapai US$5.015 per ons, atau sekitar Rp2,71 juta per gram, yang naik 17% secara tahunan dan 6% dibandingkan bulan sebelumnya. Bahkan, harga emas sempat menembus level US$5.278 per ons, mendekati rekor tertinggi yang tercatat pada Januari 2026.

Harga emas domestik pada 10 Maret 2026 tercatat Rp2.893.000 per gram, menunjukkan kenaikan yang signifikan di pasar Indonesia. Thendra menyatakan bahwa selain faktor permintaan masyarakat, pelemahan nilai tukar rupiah juga berkontribusi terhadap kenaikan harga emas di pasar domestik.

Pelemahan Rupiah Juga Memperburuk Kenaikan Harga Emas

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut memberikan dampak pada harga emas dalam rupiah. Bank Indonesia mencatat bahwa nilai tukar rupiah kini berada pada kondisi undervalued di tengah ketidakpastian global. Hal ini membuat harga emas menjadi lebih tinggi dalam rupiah meskipun faktor fundamental pasar emas global tidak mengalami perubahan signifikan.

Namun, Thendra menegaskan bahwa meskipun ada peningkatan harga emas, masyarakat masih menunjukkan minat yang besar terhadap emas sebagai bentuk investasi. Kenaikan harga ini justru memperkuat persepsi emas sebagai instrumen yang aman untuk melindungi aset di tengah ketidakstabilan ekonomi.

Tren Akumulasi Emas oleh Bank Sentral Meningkatkan Kepercayaan terhadap Emas

Selain permintaan dari masyarakat, tren pembelian emas oleh bank sentral juga menunjukkan sinyal positif. Bank Indonesia sendiri telah menambah 7 ton emas ke dalam cadangan nasional sepanjang 2025, dan pada Januari 2026, kembali membeli sekitar 2 ton emas, membawa total cadangan emas nasional mencapai 85 ton.

Langkah ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap emas sebagai aset lindung nilai semakin meningkat. Hal ini juga mengindikasikan bahwa emas semakin dipandang sebagai bagian penting dari cadangan negara, selain sebagai instrumen investasi pribadi.

Terkini