JAKARTA - PT Sinarmas Asset Management menargetkan total dana kelolaan atau asset under management (AUM) mencapai Rp70 triliun pada 2026. Proyeksi ini ditopang oleh langkah strategis perusahaan dalam menghadirkan produk investasi baru.
Presiden Direktur Sinarmas AM, Alex Widjajakusuma, menyebut hingga kini dana kelolaan yang digenggam perusahaan mencapai Rp65 triliun. Angka tersebut meningkat sekitar Rp3 triliun dari posisi akhir 2025 sebesar Rp62,39 triliun.
Optimisme Industri Manajer Investasi
Alex menekankan optimisme Sinarmas AM didasarkan pada potensi pertumbuhan industri manajer investasi domestik. Total dana kelolaan industri di Tanah Air kini telah melampaui Rp1.800 triliun dengan 2.385 produk investasi dan sedikitnya 20 juta nasabah.
Pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap manajer investasi lokal. Industri ini juga berperan strategis dalam pengembangan pasar keuangan nasional.
Pemanfaatan Teknologi dan AI
Salah satu strategi Sinarmas AM adalah pemanfaatan teknologi analisis data dan kecerdasan buatan (AI) dalam pengelolaan portofolio. Langkah ini diyakini mampu memberikan imbal hasil kompetitif di tengah volatilitas pasar global.
Alex menyebut penggunaan teknologi dalam strategi investasi perusahaan berhasil memberikan return sebesar 53% selama satu tahun terakhir. Sementara itu, return dalam tiga tahun terakhir mencapai 64% hingga Desember 2025.
Produk Reksa Dana Global Berbasis ESG dan Syariah
Sinarmas AM memperkenalkan produk terbaru berupa reksa dana global berbasis S&P 500 ESG Shariah Index. Chief Investment Officer Genta Wira Anjalu menjelaskan produk ini memungkinkan investor Indonesia berinvestasi pada perusahaan global.
Produk tersebut dirancang untuk memenuhi prinsip ESG dan syariah. Harapannya, investor dapat memperoleh eksposur terhadap portofolio perusahaan-perusahaan global yang terdiversifikasi.
Diversifikasi Aset untuk Menangkap Volatilitas Pasar
Dalam upaya mencapai target Rp70 triliun, Sinarmas AM tidak hanya fokus pada reksa dana konvensional. Perusahaan juga menawarkan produk reksa dana berbasis berbagai kelas aset untuk menghadapi volatilitas pasar tinggi.
Diversifikasi ini diharapkan dapat menyeimbangkan risiko sekaligus memberikan peluang imbal hasil lebih optimal bagi investor. Sinarmas AM terus memanfaatkan inovasi produk dan teknologi untuk menarik minat masyarakat berinvestasi.
Peran Sinarmas AM dalam Mendorong Literasi dan Investasi
Selain menargetkan pertumbuhan dana kelolaan, Sinarmas AM berperan dalam meningkatkan literasi investasi masyarakat. Produk inovatif yang dikembangkan juga bertujuan memperluas akses investor terhadap pasar global.
Dengan kombinasi strategi teknologi, diversifikasi produk, dan fokus pada ESG, Sinarmas AM berharap pertumbuhan dana kelolaan dapat tercapai. Hal ini sekaligus memperkuat posisi perusahaan sebagai salah satu manajer investasi terkemuka di Indonesia.
Dampak Ekonomi dan Investasi Nasional
Pertumbuhan dana kelolaan turut memberikan kontribusi bagi pengembangan pasar modal nasional. Peningkatan kepercayaan investor domestik diharapkan mendorong aktivitas investasi yang lebih masif.
Langkah Sinarmas AM menjadi contoh bagaimana manajer investasi lokal dapat memanfaatkan inovasi dan strategi diversifikasi. Keberhasilan ini juga menunjukkan peran strategis industri dalam meningkatkan daya saing ekonomi nasional.
Strategi Sinarmas AM
Target AUM Rp70 triliun pada 2026 mencerminkan fokus perusahaan pada pertumbuhan dan inovasi produk. Integrasi teknologi, diversifikasi aset, dan kepatuhan pada prinsip ESG menjadi kunci pencapaian target tersebut.
Dengan langkah-langkah ini, Sinarmas AM diharapkan mampu menarik lebih banyak investor, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta memperkuat ekosistem investasi di Indonesia.