JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan tarif listrik PLN untuk pelanggan prabayar maupun pascabayar tidak berubah sepanjang Triwulan I 2026. Kebijakan ini berlaku mulai 13–15 Maret 2026 dan tetap mengikuti tarif yang telah diterapkan sebelumnya.
Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024 menjadi dasar penetapan tarif listrik bagi seluruh golongan pelanggan. Hal ini mencakup pelanggan rumah tangga, bisnis, industri, fasilitas pemerintah, serta pelayanan sosial.
Rincian Tarif Listrik PLN Per Golongan Pelanggan
Tarif listrik untuk rumah tangga bersubsidi dan non-subsidi masih mengikuti ketentuan lama. Golongan R-1/TR daya 900 VA non-subsidi sebesar Rp1.352 per kWh, sedangkan R-1/TR 1.300 VA dan 2.200 VA masing-masing Rp1.444,70 per kWh.
Untuk pelanggan bisnis, tarif B-2/TR 6.600 VA–200 kVA sebesar Rp1.444,70 per kWh. Golongan B-3/TM/TM menengah di atas 200 kVA Rp1.114,74 per kWh, sementara industri I-3/TM dan I-4/TT mulai dari 200 kVA hingga 30.000 kVA berkisar Rp996,74–1.114,74 per kWh.
Tabel Tarif Listrik PLN, 13–15 Maret 2026
| Golongan | Daya (VA/kVA) | Tarif Listrik per kWh (Rp) |
|---|---|---|
| R-1/TR kecil | 450 VA | 415 |
| R-1/TR kecil | 900 VA | 605 |
| R-1/TR kecil | 1.300 VA | 1.444,70 |
| R-1/TR kecil | 2.200 VA | 1.444,70 |
| R-2/TR menengah | 3.500–5.500 VA | 1.699,53 |
| R-3/TR besar | >6.600 VA | 1.699,53 |
| B-2/TR kecil | 6.600 VA–200 kVA | 1.444,70 |
| B-3/TM/TM menengah | >200 kVA | 1.114,74 |
| I-3/TM | >200 kVA | 1.114,74 |
| I-4/TT | >30.000 kVA | 996,74 |
| P-1/TR pemerintah | 6.600 VA–200 kVA | 1.699,53 |
| P-2/TM pemerintah | >200 kVA | 1.522,88 |
| P-3/TR PJU | - | 1.699,53 |
| L/TR/TM/TT | Berbagai tegangan | 1.644,52 |
| S-1/TR sosial | 450 VA | 325 |
| S-1/TR sosial | 900 VA | 455 |
| S-1/TR sosial | 1.300 VA | 708 |
| S-1/TR sosial | 2.200 VA | 760 |
| S-1/TR sosial | 3.500 VA–200 kVA | 900 |
| S-2/TM sosial | >200 kVA | 925 |
Simulasi Token Listrik untuk Pelanggan Rumah Tangga Non-Subsidi
Pelanggan dapat menghitung jumlah kWh yang diperoleh dari pembelian token listrik menggunakan rumus: (Nominal pembelian token − PPJ) ÷ tarif per kWh. Misalnya untuk pelanggan 900 VA di Jakarta, jika membeli token Rp50.000 dengan PPJ 3 persen, jumlah kWh yang didapat sekitar 35,88 kWh.
Untuk pelanggan 1.300 VA, token Rp50.000 menghasilkan 33,56 kWh, dan untuk 2.200 VA juga 33,56 kWh. Jika membeli token Rp100.000, pelanggan 900 VA memperoleh 71,78 kWh, sedangkan 1.300 VA dan 2.200 VA masing-masing mendapatkan 67,15 kWh.
Manfaat Stabilnya Tarif Listrik bagi Masyarakat dan Pelaku Usaha
Kebijakan tarif listrik yang tetap membantu masyarakat merencanakan pengeluaran energi rumah tangga. Hal ini juga memberi kepastian bagi pelaku usaha dalam perencanaan biaya produksi dan operasional.
Dengan harga listrik yang stabil, pelanggan tidak perlu khawatir akan lonjakan biaya meski menggunakan peralatan rumah tangga atau mesin industri secara rutin. Kebijakan ini juga mendukung keberlanjutan konsumsi energi secara efisien selama Triwulan I 2026.
Pentingnya Pemahaman Pelanggan Terhadap Tarif dan Token Listrik
Pelanggan perlu memahami perhitungan kWh dari token yang dibeli agar penggunaan listrik lebih efektif. Hal ini juga membantu mengoptimalkan daya listrik sesuai kebutuhan tanpa melebihi anggaran yang tersedia.
Simulasi token listrik memberi gambaran nyata bagi rumah tangga mengenai jumlah energi yang dapat digunakan. Dengan informasi ini, pelanggan bisa menyesuaikan pembelian token, misalnya Rp50.000, Rp100.000, atau nominal lainnya, agar sesuai dengan penggunaan listrik sehari-hari.
Tarif Listrik Tetap dan Strategi Pemakaian Efisien
Tarif listrik PLN tetap pada 13–15 Maret 2026 menegaskan komitmen pemerintah menjaga stabilitas harga energi. Kebijakan ini juga membantu masyarakat dan pelaku usaha menyesuaikan konsumsi listrik tanpa tambahan biaya yang membebani.
Pelanggan disarankan menggunakan token sesuai kebutuhan dan memanfaatkan simulasi kWh untuk perencanaan pemakaian. Strategi ini memastikan konsumsi listrik efisien sekaligus mendukung kelangsungan layanan energi nasional.