Gas Bumi

Pemanfaatan Gas Bumi PGN Membuat Operasional Dapur MBG di Cirebon Lebih Efisien dan Aman

Pemanfaatan Gas Bumi PGN Membuat Operasional Dapur MBG di Cirebon Lebih Efisien dan Aman
Pemanfaatan Gas Bumi PGN Membuat Operasional Dapur MBG di Cirebon Lebih Efisien dan Aman

JAKARTA - Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) kini mulai memanfaatkan gas bumi yang disalurkan oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Langkah ini diharapkan meningkatkan efisiensi dan keamanan operasional dapur yang menyiapkan makanan bagi ribuan siswa setiap hari.

Implementasi Gas Bumi di SPPG Kota Cirebon

Di Kota Cirebon, PGN Sales and Operation Region II melalui Area Cirebon menyalurkan energi gas bumi untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola Yayasan Miftahul Ulum di Kelurahan Karya Mulya. Instalasi jaringan gas telah selesai dilakukan sehingga aktivitas memasak kini menggunakan gas alam secara langsung.

Dengan hadirnya instalasi ini, dapur MBG tidak lagi bergantung pada tabung gas elpiji. Hal ini membuat proses memasak lebih praktis, aman, dan hemat energi.

Skala Operasional dan Penerima Manfaat MBG

SPPG Yayasan Miftahul Ulum saat ini menyiapkan makanan untuk sekitar 2.700 penerima manfaat dari 20 sekolah di wilayah Kota Cirebon. Dapur MBG melibatkan 47 tenaga pekerja dan 5 staf yang bertugas menyiapkan ribuan porsi makanan setiap hari.

Pemanfaatan gas bumi PGN membantu tim dapur fokus pada penyediaan menu bergizi tanpa terganggu oleh keterbatasan pasokan energi. Sistem ini juga memungkinkan kegiatan memasak berjalan lebih cepat dan stabil.

Kebutuhan Gas Bumi dan Dukungan PGN

General Manager PGN Sales and Operation Region II, Iwan Yuli Widyastanto, menjelaskan bahwa kebutuhan energi gas bumi untuk operasional SPPG mencapai sekitar 400 meter kubik per bulan. Angka ini disesuaikan dengan volume aktivitas memasak harian untuk ribuan porsi makanan.

Menurut Iwan, penggunaan gas bumi menjadi bagian dari dukungan PGN terhadap berbagai program pelayanan masyarakat, termasuk MBG. Layanan energi ini diharapkan membuat dapur lebih optimal dalam menjalankan program prioritas bagi siswa penerima manfaat.

Manfaat Praktis dan Efisiensi Operasional Dapur

Dengan jaringan gas alam, dapur MBG tidak perlu lagi mengganti tabung gas secara berkala. Hal ini membuat operasional lebih nyaman dan meminimalkan risiko gangguan akibat keterbatasan pasokan energi.

Pemanfaatan gas bumi juga mendukung keamanan staf dapur, karena risiko kebocoran dan potensi bahaya akibat penggunaan tabung gas dapat diminimalkan. Keuntungan ini memberi tim dapur lebih banyak waktu untuk fokus pada penyediaan makanan sehat.

Dukungan Yayasan dan Harapan Program MBG

Perwakilan Yayasan Miftahul Ulum, Achmad Robani, menyampaikan apresiasinya atas bantuan PGN. Ia menekankan bahwa instalasi gas bumi mempermudah dapur MBG dalam menyiapkan menu sehat dan bergizi bagi para penerima manfaat.

“Kami merasa terbantu dengan dukungan PGN yang menyediakan energi gas bumi, karena proses memasak menjadi lebih praktis dan efisien. Fokus kami kini sepenuhnya pada penyediaan makanan bergizi untuk siswa program MBG,” ujar Achmad.

Tabel Kebutuhan Gas Bumi dan Aktivitas SPPG

Komponen OperasionalJumlah / KapasitasKeterangan
Penerima manfaat2.700 siswaDari 20 sekolah di Kota Cirebon
Tenaga dapur47 orangStaf operasional memasak
Staf administrasi5 orangMendukung operasional dapur
Kebutuhan gas bumi±400 m³ per bulanMenyesuaikan volume masakan
Jenis energiGas bumiDisalurkan melalui jaringan PGN

Dengan tabel ini, terlihat bahwa pemanfaatan gas bumi sangat membantu operasional dapur MBG. Data menunjukkan kebutuhan energi, jumlah staf, dan jumlah penerima manfaat yang didukung PGN secara langsung.

Pemanfaatan gas bumi PGN di dapur MBG Kota Cirebon memberikan keuntungan operasional yang signifikan. Efisiensi, keamanan, dan kenyamanan dalam memasak kini dapat terjaga, sehingga program MBG dapat berlanjut mendukung gizi ribuan siswa setiap hari.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index